Sunday, February 27, 2011

Bakti Sosial

Untuk sejenak, aku ingin bercerita dalam bahasa saja.  Rasanya perasaan yang kutuangkan dalam artikel kali ini lebih dapat.  Hari ini, aku dan sekelompok teman yang lain mengadakan kegiatan bakti sosial yang kami adakan di salah satu vihara.  Di vihara tersebut, kami membagikan sembako seperti beras, indomie, minyak dan susu bagi keluarga yang tidak begitu mampu.

Sebelumnya, pada minggu lalu, kami sudah melakukan pendataan terhadap jumlah keluarga yang akan mendapatkan sembako.  Kami mendata melalui keadaan rumah dan perekonomian mereka.  Setelah didata, mereka akan mendapatkan sebuah kupon yang dapat ditukarkan dengan bahan sembako yang akan kami bagikan hari ini.

Jika para warga kehilangan kupon yang kami bagikan, makan sembako pun tidak dapat kami berikan.  Supaya rasa adil itu ada, maka kami cukup tegas dalam masalah ini.  Tidak ada kupon, maka tidak ada sembako yang dapat dibawa pulang.

Kami hanya berusaha mencegah beberapa kecurangan yang dapat disiasati oleh para warga setempat.  Misalnya, tanpa kupon, mereka akan mengambil sembako beberapa kali dengan anggota keluarga yang berbeda.  Ataupun keluarga dari lingkungan lain sengaja datang ke tempat sembako dibagikan dan mengaku-ngaku sebagai salah satu warga dari lingkungan sekitar.






Awalnya, acara pembagian sembako sempat dipicu oleh beberapa keributan kecil di luar pagar vihara.  Pasalnya begitu banyak warga yang tidak mendapat kupon namun tetap memaksa masuk untuk mendapatkan sembako.  Kami tidak dapat membiarkan mereka masuk karna pada dasarnya setiap warga dari lingkungan sekitar sudah kami data.
Jadi sangat kecil kemungkinan bahwa ada warga ataupun keluarga yang belum mendapatkan kupon.
Hingga pembagian sembako berakhir, para warga yang mendemo di luar semakin banyak.  Bahkan beberapa preman juga ikut hadir dan menjadi provokator.

Dalam waktu kurun setengah jam, akhirnya kami berhasil membebaskan diri dari kerumunan dengan meninggalkan beberapa anggota di sana untuk berdamai dengan mereka.

Sedangkan, aku beserta anggota yang lain segera menuju tempat kedua, yaitu sebuah panti asuhan Islam yang terletak di daerah Mabar.
Kami bersantap siang bersama, berdoa bersama hingga acara diakhiri dengan pembagian beberapa alat untuk keperluan sekolah hingga pakaian yang layak.


















Pada hari ini, saat aku melihat mereka yang tersenyum karna sedikit bantuan yang kami berikan, aku merasakan setitik kehangatan dan kebahagiaan di dalam hati.
Indahnya berbagi. 
Jika kami masih diberi kesempatan, maka kegiatan seperti ini akan kami selenggarakan kembali.


Saturday, February 26, 2011

Caramel Macchiato

I forgot, since when, I am so addicted to Caramel Macchiato.
It's my new favorite beverage.  Whenever, I came to Starbuck or other coffee shop, I will only order for that drink.

Today is weekend.  Most of people will spent it with their lover, family or maybe pals.  But, I like to spent my weekend with my aunt.  Both of us have a same zodiac, which is Dragon.  Maybe because of that, we have similiar personality, attitude even sometimes in the way we behave.

It's like I am having my twin sister. ^^




Sunday, February 20, 2011

North Sumatra, Medan, Brastagi

I have traveled to other countries and posted their culture, included the food, places and so forth.
Yet, I lived in North Sumatra, Medan, since I born and I haven't post any article about my town tourist attractions' place.
So, today, I am going to post about on of the tourist attractions' place that you should visited when you come to North Sumatra, Medan.

I went to Brastagi with my some pals yesterday.  It's one of the place that you should visited if you are a tourists.  It took 3 hours to get there from the city.  I would rather called it as a village because it nears the mountains.
You can see many farmers there.

We stayed one night in one of the ordinary hotel ( read : no star at all).  Along with it, I posted some pictures below.


How do you thing about the room?  Look like a hostel, isn't it?


A view outside our room early in the morning.  I love the weather, especially the air.  You can't find this kind of air in city.




The hotel's look from outside.


After took a bath, we're headed to the town in the middle of the village to grab some breakfast.  Don't ever think that you can find a luxury or sophisticated restaurant or cafe here.  Even fast food restaurant like McD, KFC, are hardly to be found.



The town is quite near to the traditional market.  At there, you can buy any kind of fruits, clothes as the souvenir.  Challenging yourself by riding the horses.  Buy some cute pets such as rabbits, puppy, hamster, little white mouse.
On the other words, I can say that it is a heaven of fruit.  I always bought a lot of fruits whenever I visited the traditional market.  Its cheaper than in the town.  And the most crucial is, all the vegetable fresh from the farm.  Because all the vegetables that you bought in the town, are from here, the village which is called Brastagi.





















Do you know flowers called "Edelweis"?  Do you ever sing it?  Well, here it is.  The Edelweis flowers.  Isn't it beautiful??



From the traditional market, we continued our journey to two famous temples that you can find there.

First, I forgot the name, so sorry.

Second, it called "Taman Lumbini".  I found out that the architectural look like one of the temple in Thailand.  Don;t you think so??







Around 2 pm, when we were still inside the temple, it started to rain.  So, we finished our journey by having some lunch before going back to Medan.

Design Downloaded from Free Blogger Templates | Free Website Templates