Thursday, December 31, 2009

New Year Eve

I never wish that I will have neither the best new year eve nor the worst.
But guess!!
I think I got the worst this years.
I'm not celebrating it with my closest friends.
I'm not happy at all.
And once more the reality stab deeply inside me.
Hence, I'm so grateful that I still have my school friends from other class,
to accompany me through it all today.
Without them, maybe I'll be stuck in bedroom,
cry for something stupid.

Yaaa.....
That's me.
When something doesnt go in its line, I'll cry.
When something doesnt make comfortable, I'll cry.
When something doesnt happen like what I want, I'll cry.
The best part of me just a little girl that love to cry.
Then I'll take the revenge.
Then I'll think that cry is the stupidest action.
Then I'll act like I'm a stronger girl.

But,
I really wish that it can be changed.
I hope so.
I dont want to be that girl anymore.
Not.
People always said I'm changed.
I'm getting mature each day.
But do they see how much I'm hurt to be matured?
I need to make myself stronger to faced this cruel worlds.
I need to hook up with my enemies to take the revenge.
I need to keep smiling for something that hurt me the most.

If,
I cant stand it all anymore,
when will I am in the next day?

Why the world so cruel?
noooo....
not the world, but the people who lived in it.

Sometimes, I thinks it's better for me to stay in my imaginary world that I created by my own.
I dont want to be part of this reality.
It's too hurt to know the truth that,
u cant control anything by your hand, your brain and yourself.

I dont asked much in this new year, 2010.
I just asked for my happiness.
Where is my happiness?
I want my happiness.

Wednesday, December 30, 2009

Sherlock Holmes


I never addicted to Detective stories.
But when I saw "Sherlock Holmes" movie,
Yes.
I fall in love with the character.
He's so geniues and funny.
Heart him so much hahahha...
especially the silly things that he done to the dog hahahhaha...
And a deep friendship between he and Watson.
I'll give 4.5 out of 5 hahahha...




Tuesday, December 29, 2009

KTV


When the time keep rolling to end up this year,
I thought I keep busier with the hang out things.
For this 2 weeks I keep spent my time by hanging out with my friends.
And suddenly I felt tired.
I need my own time.
Well, but I can't have it before the year end.
Like today.
I have a promised go to KTV with another school friends.
I won't write much...

Monday, December 28, 2009

Birthday

Nothing special to be posted today.
Just a birthday occasion of my school friend, Amiaw.
We made a surprise for him at cemara asri.
Then ended with taking picture and a lately dinner...
I wish he will get the best in his life..
Hehehehe..

Sunday, December 27, 2009

The Promise

Like what I promised yesterday,
I will tell the story of the bbq today.
I havent sleep since yesterday.
We kept busy in the kitchen, and some of us kept playing card in the living room.
We finished the cooking about 12 or 1 am.
Then we continued by taking all the food upstairs, in the room which we will stayed and sleep.
We decided to watched "Phobia" movie.
It's a nice horror movie.
I have watched it with my Mom,
So, it wont scared me a lot in the second time.
I knew in which part the ghost will come out.
But I do hate, when some of the boys keep scaring us. hahahhaha....:Q
The Phobia movie finished around 3am,
then we interrupted it by playing poker.
I didnt join it.
After that, we continued to watched the second horror movie called, "Body 119"
I fell asleep in the half movie, but the screaming from the boys and girls kept me awake for several times.
You want to know why they scream out loud?
Because the ghost didnt came out for the first time, the came out when the audience thought it was saved.
hahahhahha......
Good trick from the movie.....

All of the watching time done at 6am.
Time to jogging or swimming.
Some of them did it, but I didnt join it.
I drank too much beer las night, so I got my allergi.
wew....hate it....
Next time, must control the beer that I drank.
How about our breakfast?
Me and atio prepared "Spagheti Tuna" hahahhaha..
It's so yummy and spicy.
And when the breakfast time over, it means that we have to said goodbye.
Time to packing and go home.
huahuahuah......

I just upload some of it, coz the rest not in my hand.





Saturday, December 26, 2009

Another BBQ

I spent my whole Christmas by sleeping in my comfortable bedroom.
I slept at 6am in the morning yesterday, so I need to recharge my body battery with the whole day sleep.
And just now, I got another call from my school's friends.
They are invited me for a another BBQ.
I'm quite tired and want to reject the invitation, but I cant do it.
I wanna spend my time with them as well.
There's a special reason for that. ^.+ .
Well, I will write the stories of today BBQ in my blog tommorow, together with the pictures.
Coz, I need to go now.
They have come and waiting for me downstair.

Thursday, December 24, 2009

Merry Christmas

One more day to go.
And Santa Claus is coming to the town.
HOHOHOHOHO....
Do all of u believe Santa Claus is real?
I believe him, since I was a little kid.
Every christmas night, I wish I can met Santa Claus.
But it never happened till now.
Even though I never met him personally, but I do believe him.
And there's still a hope in this girl's heart, that one day, Santa will come and give her the best present in the Christmas Day.

It's almost 12 am, now.
And I am having BBQ time with my telletubbies.
The BBQ is in Mellis's home.
And when Mel and Trie prepared the fire,
me and Nora prepared the fried foods.
Actually, we dont take much photos as we did.
Just some as for the memories.
And maybe I'll upload it next time, coz I'm quite busy right now.
So I just wanna say to everyone, whenever you are,
"Merry Christmas.......Wish u will get the best present from Santa Claus."
XOXOXOXOXOOXOXOX......

Tuesday, December 22, 2009

Mother Day

"Happy Mother's Day"
to all mommies in the world.
Especially my lovely Mom.

Today, me & my sis,
have a dinner together with our Mom,
to celebrate Mother's Day.
We have our dinner at J.W Marriot.
I have invited my Dad n my bro as well,
but they said they prefer to spent time at home.
Well.......
I guess, it's ladies time.

Here's some pictures that we took.





And it's almost christmas as well.
How will you celebrate ur christmas??
I have no idea at all.

Sunday, December 20, 2009

Mama

Telepon yang berada di sudut meja-berwarna putih-berdering untuk kesekian kalinya. Tidak ada yang menjawab. Sang penelepon kelihatan sangatlah bersabar berharap akan ada seseorang yang menjawab panggilan itu.

Telepon itu berdering. Sekali. Dua kali. Tiga kali.

Lalu berhenti sebentar. Hening. Kemudian deringan telepon kembali terdengar.

Kali ini sang penelepon menunggu nada panggilan lebih lama. Di setiap panggilannya, selalu tersirat harapan bahwa akan ada yang menerima panggilan tersebut. Waktunya sudah tidak banyak. Namun, pada akhirnya yang terdengar hanyalah suara voicemail.

“Hello. Ini Jean. Sekarang saya sedang meeting. Kalau ada masalah yagn penting silakan tinggalkan pesan.”

Setiap kali sang penelepon melakukan panggilan, hanya jawaban ini yang diterimanya. Setelah menghela nafas beberapa kali, sang penelepon akhirnya menyerah. Mungkin lebih baik meninggalkan pesan daripada tidak ada pesan sama sekali.

“Nona Jean. Ini suster Shila, yang mengurus ibu anda di panti jompo. Keadaan ibu anda sedang memburuk belakang ini. Ada baiknya jika anda segera datang kemari dan mengunjungi. Bukankah sudah lama anda tidak datang mengunjungi ibu anda. Maafkan kelancangan saya. Hanya saja saya merasa tidak tega setiap kali ibu anda bertanya kenapa tidak ada yang menjenguknya, sementara teman sekamaranya selalu ramai dikunjungi keluarganya. Sekian pesan saya.”

Terdengar nada. Tut…..tut……

Panggilan diputuskan.

Dengan langkah tergesa-gesa, jean keluar dari ruang meeting. Keduanya bola matanya mendelik geram. Warna pipinya yang biasanya putih sudah berubah warna menjadi buah tomat yang siap panen. Sesampainya dia di ruangannya sendiri, dengan kepalan di tangan kanannya, dia memukul meja dengan kuatnya.

“Sialan. Apa hak mereka menolak proyek yang kuusulkan.”

Barusan, di ruang meeting, proposal proyek pembangunan hotel yang diusulkannya ditolak oleh dewan direksi. Alasannya, keuntungan yang didapat dari pembangunan hotel itu masih kalah dari proposal proyek yang diusulkan Johan, teman sekantornya.

Jean menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesarannya. Dia merasa otaknya sudah hampir berhamburan keluar. Maka dia memutuskan untuk mengistirahatkan mata dan pikirannya sejenak.

Tidak lama kemudian, dia kembali membuka matanya. Dia sudah memutuskan untuk mengambil cuti.

Segera dibereskan dokumen yang berserakan di mejanya dan beranjak keluar.

Sebelum keluar dari ruangannya, dia tidak lupa untuk mematikan ponselnya. Dia butuh ketenangan selama cutinya.

Dua hari kemudian, Jean kembali ke kantor dengan wajah yang segar. Sesaat setelah membaca beberapa dokumen yang harus ditandatanganinya, dia kembali menghidupkan ponselnya. Dia sudah menyangka bahwa pasti banyak pesan yang terdapat di inboxnya, sehabis cutinya. Misalnya dari pacarnya, Dimas, yang khawatir dengan hilangnya dia selama dua hari ini. Teman baikknya Sonia, yang sibuk mengajaknya makan siang bersama. Pak Johan, Kepala Manager yang marah besar disebabkan oleh surat cuti mendadak dari dirinya. Namun, yang tidak disangkanya adalah pesan dari suster Shila.

Maka pesan pertama yang didengarnya adalah pesan tersebut.

Selesai mendengar pesan yang disampaikan suster Shila, Jean segera berangkat ke panti jompo untuk menemui mamanya.

Ya. Sudah lama dia tidak mengunjungi wanita yang sangat disayanginya itu. Sudah hampir dua tahun tepatnya. Semenjak dia naik jabatan menjadi manager di perusahan tempat dia bekerja, Jean sudah hampir tidak punya waktu luang untuk dirinya sendiri.

Maka tidak heran, jika dia tidak mempunyai waktu untuk mengunjungi mamanya. Setiap kali dia berencana menjenguk, pastilah ada saja halangannya.

Kadang Sonia mengajaknya hunting pakaian baru di butik langganan. Kadang Dimas mengajak ketemuan. Kadang dia harus bertemu dengan para klien dari perusahaan lain untuk membicarakan proyek yang ditanganinya.

Maka rencana untuk menjenguk mamanya selalu tertunda dan tertunda.

Hanya butuh waktu dua jam bagi Jean untuk mencapai panti jompo tempat mamanya dirawat. Setelah mendengar pesan suster Shila, dia memutuskan untuk meminta izin pulang lebih cepat dan mengunjungi mamanya.

Awalnya Pak Johan marah besar. Belum mendengar penjelasan tentang surat cuti yang mendadak, sekarang Jean malah berani minta izin pulang lebih awal. Tetapi, setelah mendengarkan penjelasan dari bawahannya tersebut, Pak Johan akhirnya mengerti dan mengijinkan Jean.

“Nona Jean.” Panggilan seorang suster dari arah samping

“Suster Anna.” Jean membalas sambil tersenyum

“Sudah lama anda tidak kemari.”

“Iya. Belakangan ini saya sedang sibuk dengan urusan kantor, makanya tidak bisa datang kemari. “ Jean menunjukkan ekpresi sedihnya lalu kembali melanjutkan, “Tadi saya mendapat pesan dari suster Shila. Bagaimana keadaan mama? Apakah dia baik-baik saja?”

Seketika itu juga, wajah suster Anna berubah menjadi pucat. Dengan terbata-bata, dia mencoba untuk mengatakan apa yang sudah terjadi.

“Keadaan mama anda sedang kritis. Dua hari yang lalu dia tidak sadarkan diri. Dan sekarang dia sedang dirawat dikamarnya. Saya rasa sebaiknya anda cepat menemuinya. Saya takut waktunya sudah tidak banyak lagi.”

Nafas Jean terenggah-enggah saat mencapai kamar mamanya yang berada di lantai dua. Kedua tangannya gemetaran sewaktu memegang pegangan pintu tersebut. Dengan perlahan dia memutar pegangan tersebut dan mendorongnya ke belakang dengan sangat pelan, seakan pintu itu akan roboh jika dibuka dengan sekali dorongan.

Dia mencuri pandangan ke dalam kamar tersebut, sebelum akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk ke dalam.

“Anda sudah datang.” Sapa suster Shila yang sedang sibuk menyuntikkan cairan ke dalam selang infus mama Jean

“Bagaimana kabar mama?”

Suster Shila menggeleng dengan lemas, “Sebaiknya anda mempergunakan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Dia sudah menunggu anda.”

Jean mengambil duduk di samping tempat tidur mamanya. Dielusnya rambut serta wajah mamanya yang terlihat pucat, tua dan tak berseri seperti dulu.

“Mama. Ini Jean, Ma.” Panggilnya lembut, tidak sanggup untuk tidak menitikkan air matanya

“Ma…..”panggilnya lagi.

Namun wanita tua itu tidak bergerak maupun bersuara. Dia tetap terbaring kaku dan pucat dengan posisi yang sama.

“Maafkan Jean, Ma. Selama ini Jean jarang menjenguk mama.”

Tetap tidak ada sahutan dari mamanya. Dengan pelan dia menyandarkan kepalanya di bahu mamanya.

“Bagaimana kabar mama belakangan ini? Kalau Jean baik saja , Ma.” Sambil menutup mata, dia melanjutkan, “ Sekarang Jean sudah naik jabatan menjadi manager. Jean juga sudah mempunyai seorang pacar bernama Dimas. Dia orangnya baik dan sangat menyayangi Jean. Kami bertemu setahun yang lalu saat Jean sedang menangani proyek pembangunan di Kalimantan. Mama pasti penasaran dengan Dimas kan? Lain kali Jean perkenalkan ke mama ya.”

Lalu dia berhenti berkata. Suasana menjadi sangat hening dan tenang. Dengan waktu yang tersisa, dia berusaha untuk merekan semua kenangan akan dirinya dan mamanya di saat-saat terakhir. Dia memiliki firasat, jika dia berjalan keluar dari kamar ini, maka kemungkinan besar, dia tidak akan bisa bertemu dengan mamanya lagi.

Dihapusnya air mata yang sedang mengalir deras di kedua pipinya. Lalu dia mendekatkan dirinya dan mencium kedua pipi mamanya. Dipeluknya mamanya dengan erat, seakan itulah pelukan terakhirnya.

“Aku sayang mama.” bisiknya di dekat telinga mamanya

Seiring dengan keluarnya Jean dari kamar tersebut, bersamaan dengan itu juga, dengan perlahan air mata jatuh dari samping mata mamanya .

Tanggal 22 Desember. Disaat seluruh dunia sedang merayakan hari ibu dengan mama masing-masing. Sebaliknya, Jean harus merayakan hari kematian mamanya.

Satu jam setelah dia meninggalkan panti jompo, mamanya pun menghembuskan nafas terakhirnya. Semua suster yang bekerja dip anti jompo tersebut datang melayat. Beberapa dari mereka yang lebih dekat dengan mama Jean, datang dengan mama yang membengkak dan merah. Jean tahu bahwa mereka juga merasa kehilangan seperti rasa kehilangannya yang amat sangat.

Di depan batu nisan mamanya, Jean berdiri berjam-jam. Menyesali setiap detik waktu yang dia sia-siakan dengan mamanya. Dia menyesal.

Mengapa dia tidak menghabiskan lebih banyak waktu bersama mamanya.

Mengapa dia tidak mengurus mamanya sendiri.

Mengapa dia bisa menyetujui keinginan mamanya untuk tinggal dip anti jompo.

Pertanyaan –pertanyaan it uterus menggerogoti pikirannya.

“Nona Jean.” Sebuah tepukan ringan di bahu, sempat membuat Jean tersentak

“Ini surat yang nyonya Jilda tulis. Katanya, jika beliau sudah tidak ada, saya baru boleh menyerahkan surat ini pada anda.”

Masih dengan tangan gemetar dan air mata yang mengalir, Jean mengambil surat itu dari tangan suster Shila.

“Terima kasih.”

Suara serak itu dibalas dengan anggukan kepala.

Jean membuka amplop berwarna putih itu dengan cepat. Dia ingin tahu apa yang disampaikan mamanya dalam surat tersebut.

Jean, anakku sayang. Bagaimana kabarmu? Apakah sehat? Apakah bahagia? Mama berharap kamu akan selalu sehat dan bahagia.

Apakah kamu sedang menangis sekarang? Jangan menangis, anak bodoh. Mama tidak akan pernah meninggalkanmu. Hanya saja, sekarang mama akan mengawasimu, menjagamu dari atas sana. Jika kamu rindu pada mama, kamu cukup melihat keatas, dan kamu akan bisa melihat mama.

Jean anak yang pintar dan penurut kan? Jangan menangis lagi. Dengarkan kata mama. Melihatmu menangis hanya akan membuat mama bertambah sedih.

Mama masih ingat, dulu sewaktu kamu masih kecil, sekeras apapun mama memukulmu, kamu tidak pernah menangis. Tapi, jika mama berkata mama tidak akan menyayangimu lagi, maka kamu akan menangis dengan kerasnya.

Sungguh lucu, jika mama mengingatnya kembali.

Semalam, mama melihat teman sekamar mama, tante Dian, dikunjungi seluruh keluarganya. Tante Dian juga memperkenalkan anak dan cucunya pada mama.

Mama jadi teringat pada dirimu, Jean. Kapan kamu memiliki pacar? Kapan kamu akan menikah? Usiamu sudah tidak mudah lagi. Mama ingin melihatmu memakai gaun pengantin. Mama ingin melihat cucu pertama mama. Hanya saja mama tidak tahu apakah mama bisa bertahan hingga hari itu.

Kata dokter yang biasa memeriksa mama, mama terkena penyakit Alzameir. Kata dokter, itu penyakit lupa yang sering diidap orang tua. Mama jadi takut, bagaimana jika mama tidak bisa mengingat wajahmu lagi? Bagaimana jika mama tidak bisa mengenalimu lagi?

Mama harus bagaimana? Mama sangat takut, Jean. Sangat takut. Maka setiap malam,sebelum dan sesudah bangun, mama akan memandangi foto wajahmu. Berharap bahwa wajahmu akan selalu mama ingat. Karna mama sangat menyayangimu, Jean.

Saat menulis surat ini, mama terus bertanya pada diri mama sendiri. “ Apa yang sedang kamu lakukan saat ini, sayang? Apakah kamu tidak rindu pada mama? Mengapa kamu tidak pernah datang menjenguk mama?”

Setiap kali mama menyuruh suster shila meneleponmu, jawaban yang mama terima hanya sibuk dan sibuk. Apa kamu sesibuk itu, Jean? Mama hanya ingin mengatakan bahwa mama rindu padamu. Mama ingin mendengar suaramu. Mama ingin tahu apakah kamu makan tepat waktu atau tidak. Apakah kamu cukup tidur apa tidak. Tapi, tidak apa-apa.

Dengan mengetahui kamu sibuk saja, mama sudah merasa cukup puas. Itu berarti kamu baik-baik saja.

Mama berharap saat kamu membaca surat ini, saat mama sudah tidak bisa di sampingmu lagi, kamu bisa tetap tegar. Kamu bisa berjanji pada mama kan?

Mama menyayangimu, Jean.

Friday, December 18, 2009

Some Silly Action

Since my dad came back from his work,
we have been spending million of times together as a whole family.
And I heart it so much hahaha.....
I had when my dad should go for 1 month or more just for the works' part.
But holiday is coming,
and we're preparing a holiday together.
Here's some photos that I capture after the family dinner.
Location : Car
And we're promoting Serena snack as well hahahhha.
My sis favorite snack.

It's me.



The pictures are quite blur...
=.=#

Little Mom

Lisna, my ex-workermate just came back from New Celedonia.
I miss her quite much hahaha..
And she bring good news.
She's going to have a baby. Already 4 months hahaha.
Her husband from France.
I'm waiting for her child to be born cause I want to be her little mother hahaha.
It must be cute to have a little baby that called me "little mom" hahaha
Well, I won't write much, coz we're going to have afternoon meal hehe.
J'Co here we come!!

Gracias...
Muacho...

Thursday, December 17, 2009

Spooky Story

It's a true-based-story.
I heard it from one of my friends that just came back from Jakarta.
She attended UPH college there.
So, the story started when there's evaluation session.
She used to study up to lately night, and usually when another ppl slept,
She would still awake n study.
And one night, at her dorm, it's 1am, but she not yet felt sleepy and kept studying.
Suddenly, one of her friends with is the same room in the dorm with her, called her.
"Still study?" That friend asked
"Ya, I haven't memories all the materials." She answered
"Why don't u come n study with us? We' ll waiting for u downstair,k?"
"Downstair? It's better study in our own room. I don't want to disturb other ppl."
"It's okay"
Then that friend went downstair.
My friend got 3 roomates and all of them waiting for her downstair for study.
So, she went with all her stuffs n books.
The downstair room a little bit dark n no one there except four of them.
They kept study n discussed bout the materials.
Then, my friend eraser felt down under the table.
She was stop writing n looked for her eraser.
When her head was under the table, she shocked n can't speak even a word.
"Shit, I see them." She whispered to herself
What she meant, was she just saw ghost.
So, after took the eraser, she quickly kept all her stuffs n books n said,
"I feel sleepy now. I want to return to my room now."
"But we haven't finished."
"I can't. I feel dizzy now."
One of them hold her hand and said,
"Do u know who we are?"
My friend quickly ran upstair n went into her room.
Guess!
Three of her roomates still in bed n sleeping.
It means that three people who studied with her were ghost.
And she just found it out at the time she took her eraser.
She saw that three of her friends didn't have feet, just have body from half stomach to head.
OMG!!!
Can u imagine that?
I thought if I were her, I will run n shouted as loud as I canM

Wednesday, December 16, 2009

Gadis Hujanku

Aku mengerang kesakitan. Ketendangkan kedua kakiku dengan sekuat tenaga ke segala arah. Tadinya hanya dua orang yang memegang kedua tangannya. Sekarang, kulihat dua orang itu bertambah menjadi empat orang.

“Lepaskan aku.” Aku meronta dengan sekuat tenaga

Aku tidak mengerti. Mengapa mereka memegangku dengan kuat. Bahkan salah seorang dari mereka sedang memegang sebuah benda yang bentuknya kecil dan mengeluarkan beberapa tetes cairan diujungnya yang tajam.

Saat benda kecil itu menembus ke dalam kulitku, aku mengerang. Sesekali, aku berontak, ingin melepaskan diri.

“Lepaskan aku.” Aku menjerit.

Tapi, mereka menganggapku seolah aku ini tidak ada.

“Apa yang sedang kalian lakukan padaku? Lepaskan aku.” Aku kembali menjerit dengan suara yang lebih keras.

Namun, tidak ada yang bergeming sedikitpun mendengar suara jeritanku. Seakan, mereka sudah terbiasa.

“Masukkan dia ke dalam kamarnya. Ingat! Kalian harus lebih sering mengawasinya. Jangan sampai dia kabur lagi.”

Samar-samar, kudengar orang yang sedang memegang benda kecil-yang membuatku kesakitan setengah mampus, berpesan pada semua orang yang berada di ruangan itu.

Lalu, aku tidak ingat lagi. Kepalaku terasa berat. Kedua kelopak matanya tidak sanggup kubuka. Aku tertidur. Untuk jangka waktu yang cukup lama.


Aku bangun. Hal pertama yang kulihat. Putih. Seluruh ruangan berwarna putih. Tempat apa ini? Mengapa aku bisa berada disini? Sejak kapan aku dikurung di dalam ruangan sempit ini? Dan sejak kapan mereka mulai menyiksaku dengan benda kecil itu?

Sial!!. Aku tidak bisa mengingatnya. Setiap kali aku mencari jawabannya, hanya sakit kepala dasyat yang menghampiriku. Dan saat hal itu terjadi, mereka-orang-orang yang juga berpakaian putih secara keseluruhan akan kembali memegangku dan kejadian tadi kembali berulang.

Sia-sia. Mencari jawaban akan pertanyaanku hanya akan membuang waktuku. Kuputuskan untuk tidak berusaha lagi.

Dengan tenaga yang masih tersisa, aku berusaha membangunkan diriku yang sedang berbaring. Badanku terasa lemas. Untuk menegakkan badan, butuh waktu yang cukup lama.

Tik….Tik….Tik…..

Dari luar jendela yang tertutup jerali besi, aku bisa mendengar suara hujan yang mulai membasahi tanah. Akhirnya hujan datang juga. Sudah hampir sebulan ini aku merindukan datangnya hujan.

Karna saat hujan datang, dia juga akan datang.


Gadis hujan. Aku menyebutnya begitu. Dia hanya akan muncul disaat matahari menghilang entah kemana berganti dengan segumpalan awan hitam yang memulai kegiatan menangisnya.

Ahhhh. Aku rindu padanya. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat aku masih belum berada di tempat ini. Saat itu aku baru saja kehilangan kedua orang tuaku karna………

Karna…….Aku tidak bisa mengingatnya. Aku hanya tahu bahwa mereka tergeletak tidak bergerak di ruang tamu. Cairan pekat bewarna merah berceceran dimana-mana. Banyak orang berkata bahwa pemandangan itu sangat mengerikan, tapi tidak bagiku.

Aku menyukai cairan bewarna merah pekat itu. Keliatan sangat indah dimataku. Lalu, beberapa orang berseragam datang dan mengikat tanganku dengan besi bulat yang bolong ditengahnya. Aku dibawa ke sebuah tempat yang dipenuhi puluhan orang berseragam, tapi aku tetap tidak mengerti mengapa mereka kelihatan sangat emosian saat berbicara denganku.

Setiap pertanyaan yang mereka lontarkan, aku hanya bisa menjawab “tidak tahu”, karna aku memang tidak tahu apa yang sudah terjadi.

Disaat aku dibawa keluar dari tempat itu, banyak orang yang berteriak padaku. Bahkan ada beberapa orang yang melemparku dengan benda-benda keras. Cahaya terang serta para orang yagn sibuk bertanya segera mengerumuniku. Tapi. Aku hanya bisa tersenyum dan melambai pa da mereka.


Kini, aku sudah duduk bersampingan dengan gadis hujanku. Aku bercerita banyak tentang diriku selama berada disini. Sejak dulu, aku tidak mempunyai teman. Kata mereka aku aneh. Tapi, aku tidak mengerti apa yang aneh dariku. Aku memiliki dua mata, satu hidung, satu mulut, rambut dan segalanya. Tidak ada yang aneh padaku. Namun, mereka selalu menatapku dengan tatapan yang tidak dapat kuartikan. Kadang aku membenci tatapan itu. Dan mulai saat itu, aku berkenalan dengan gadis hujan. Setiap kali aku sedang sedih, gembira ataupun ada masalah, aku akan bercerita padanya. Dia akan sabar menemaniku dan mendengarkan ceritaku.

Hanya satu hal yang tidak kusuka darinya. Dia suka sekali menghilang bersamaan dengan berhentinya hujan. Padahal ada kalanya aku belum siap bercerita.

“Apa kau betah disini?” dia bertanya padaku.

Udara mulai terasa dingin dan hujan yang turun semakin lama semakin deras. Aku memeluk erat diriku. Aku menggigil kedinginan dengan pakaian putih tipis yang melekat di tubuhku.

“AKu benci tempat ini. Bisakah kau membawaku keluar dari sini?”

“Saatnya akan tiba. Kau harus sedikit bersabar.”

Aku tersenyum padanya. Jika dia sudah berjanji, dia pasti akan menepatinya. Seperti waktu dulu, saat aku mengatakan bahwa aku tidak menyukai kedua orang tuaku. Mereka suka mengurungku di kamar dan tidak membiarkanku keluar rumah. Dan, hasilnya sekarang aku bebas. Aku tidak perlu bertemu dengan mereka lagi.

“Tapi, kapan? Aku tidak suka tempat ini. Tidak bisakah kau membawaku bersamamu?”

Dia menggeleng pelan, lalu kembali tersenyum padaku.

“Kau harus bersabar. Aku pasti akan mengeluarkanmu dari sini.”

Dari kejauhan, sekelompok orang berpakaian putih berlari kearahku dan gadis hujan. Aku hanya bisa menghela nafas berat.

“Mereka sudah datang. Pasti aku akan kembali dibawa ke ruangan sempit itu dan disiksa dengan benda kecil itu lagi. Aku membenci mereka. Tidak mudah bagiku untuk keluar dari ruangan itu.”

Aku merasakan ada tepukan ringan dibahu kananku.

“Kembalilah dulu. Aku akan menemuimu di waktu hujan berikutnya.”

Saat aku membalikkan kepalaku untuk memandangnya, dia sudah tidak berada disana. Dia menghilang entah kemana, seperti biasanya.

Kubiarkan sekelompok orang berpakaian putih itu memegang kedua tanganku dengan erat, menariknya ke belakang dan mengikatnya dengan kain bewarna putih.

“Jangan biarkan dia lolos lagi.” Kata salah seorang dari mereka

“Baik, Pak.” Yang lain menjawab serempak

“Dia pasien jiwa yang sangat berbahaya. Kalian harus berhati-hati dalam menghadapinya. Hindarkan semua benda tajam dari pandangannya. Sudah banyak orang yang dibunuhnya. Kedua orang tuanya, seorang polisi yang menginterogasi dirinya dan seorang pegawas kamar yang baru saja dibunuhnya untuk bisa keluar dari kamar.”

Aku tidak mengerti apa yang sedang mereka katakan. Tapi mereka kembali menatapku dengan tatapan itu. Yang bisa kulakukan hanya tersenyum.

Gadis hujanku akan segera menjemputku.

Tuesday, December 15, 2009

Old Back Days

Blackout!
Blackout!
And keep blackout all day long.
Wew....

Last night, I studied and slept in my own room,
then it started to blackout again,
so I n my sis moved to our parents' room.
I slept together wit dad.
My sis slept together with mom.
It was reminded me to my old back days-my childhood.
I still remembered,
Before I n my sis go to bed, dad liked to told us
about fairy tale that he created by himself.
Not the princess tales, not the disney tales,
But about adventures, action, journey of a boy.
I really miss that time the most.
And I grateful for having this family.

Time keep flies without I realise,
I don't know how many times left for me to stay together with them.
In my future plan, it's all just about myself n my ambition.
When I started change myself from childish, talkative, simple girl become
a girl that ambition to reaches her dream.
I want to go back to the old me.
It' not about possible or not
It's not about to late or not.
It's about how hard I try,
it will never be the same.

Sunday, December 13, 2009

I always love to study.
Anything called "Study" ,
I Loved It !
But if the situation ,
I must study 18 hours a day, within 1 week,
Maybe , before the exam finished,
I will become nuts.
So, 3 days to go.
Hope I can through it and get
'A' grades for all my subjects.

Saturday, December 12, 2009

Di Kala Senja

Aku duduk.
Termanggu, termenung.
Menunggu senja di kala sore hari.
Menunggu para bintang keluar dari peradaban mereka.
Adakah kau berada disana,
Diantara segerombolan serigala yang datang melolong?
Diantara pemangsa buas yang bebas berkeliaran?
Aku menunggu.
Terus menunggu.
Seperti orang bodoh dari yang terbodoh.
Karna pada akhrinya,
Kau tak pernah ada.

Thursday, December 10, 2009

Manyageh-IF



Manyageh naega gandamyeon
If i were to go
Naega dagagandamyeon
If i were to get close to you
Neon eoddeogeh saenggakhalgga
What would you think?
Yonginaelsu eobtgo
I don’t have the courage.

Manyageh niga gandamyeon
If you were to go,
Niga ddeonagandamyeon
If you were to leave.
Neol eoddeogeh bonaeyahalji
I don’t know how to send you away
Jaggoo geobi naneun geol
It keeps hanging on my mind

Naega babo gataseo
I know i am a fool
Barabolsu bakkeman eobtneungeon amado
and can only watch you from a far
Wemyeon haljidomoreul ni maeumgwa
Your heart may look away from me…
Ddo keuraeseo deo mareojil saiga dwelggabwa
And so we could even become strangers
Jeongmal babo gataseo
Just like a fool
Saranghanda haji mothaneungeon amado
I can’t even say that i love you because …
Mannam dwiyeh gidarineun apeumeh
We’re afraid the wait that comes upon us
Seulpeun nanaldeuri dooryeowoseo ingabwa
After we meet will be painful and sad.

Manyageh niga ondamyeon
If you were to come
Niga dagaondamyeon
To come near me.
Nan eoddeogeh haeyamanhalji
What would i do ?
Jeongmal alsu eobtneungeol
I really don’t know
Naega babo gataseo
Because im like a fool.
Barabolsu bakkeman eobtneungeon amado
Even though i know looking is all i can do
Wemyeon haljidomoreul ni maeumgwa
Your heart may look away from me
Ddo keuraeseo deo mareojil saiga dwelggabwa
And so we could even become strangers
Jeongmal babo gataseo
Just like a fool
Saranghanda haji mothaneungeon amado
I can’t even say that i love you because …
Mannam dwiyeh gidarineun apeumeh
We’re afraid the wait that comes upon us
Seulpeun nanaldeuri dooryeowoseo ingabwa
After we meet will be painful and sad.
Naega babo gataseo
Because i’m like a fool
Saranghanda haji mothaneungeon amado
Even though i can’t say i love you
Mannam dwiyeh gidarineun apeumeh
We’re afraid the wait that comes upon us
Seulpeun nanaldeuri dooryeowoseo ingabwa
After we meet will be painful and sad.
Design Downloaded from Free Blogger Templates | Free Website Templates